Artikel Menarik Lainnya

Slider

Tahukah Kamu

Humor

Asmara

Kesehatan

Renungan

Gaya Hidup

Biografy

Siapa Yang Menggoda Setan?

sumber : google
Syetan rupanya sangat bangga dengan tugasnya, menggoda manusia untuk berbuat jahat. Namun manusia yang satu ini rupanya juga penasaran. Kalau begitu, siapa yang menggoda syetan? katanya dalam hati.

Orang itu tak lain Mukidin, pertugas pentakmir masjid di dekat rumahnya. Dia sekarang makmur karena bisa korupsi di sana sini. Suatu ketika Mukidin bertanya pada seorang Kiai Sufi.

“Pak Kiai, syetan itu kan punya tugas menggoda manusia, lalu siapa yang menggoda syetan?” tanyanya agak sombong

“Ya kamu itu yang menggoda syetan!” kata Kiai seraya mengumbar tawa.

Mukidin pun ikut tertawa sampai-sampai perutnya yang buncit itu berguncang-guncang.

Suasana sejenak hening, dan Mukidin hanya tertunduk sambil merenungi dirinya. Benarkah dirinya bisa menggoda syetan, sedangkan syetan dari ujung rambut hingga kakinya pun belum ia kenal?

Setelah beberapa bulan ia menyadari akan tindakan buruknya selama ini, ia bertobat lalu mendatangi Kiai Sufi itu.

“Benar Pak Kiai, saya memang sering menggoda syetan,” katanya.
“Ya, kalau kamu tidak menggodanya, syetan tidak berani menggodamu,” kata Kiai itu yang disambut manggut-manggut Mukidin.

Sumber : http://sufimuda.net/2009/03/17/siapa-yang-menggoda-iblis/

6 Minuman Pereda Penyakit Flu

Ketika penyakit flu datang rasanya gak enak ya, mau makan pun gak ada selera. nah, ketika penyakit flu menyerang alangkah baiknya kamu minum minuman ini selain rasanya yang enak, di antara miuman berikut ini mampu meningkatkan kekebalan dan memberikan nutrisi tambahan untuk tubuh kamu sehinga bisa meredakan penyakit flu. Nah, kamu mau minuman apa aja itu yang baik untuk redakan flu. simak Minuman Pereda Penyakit Flu berikut ini.

1. Air putih
Air adalah minuman nomor satu yang disarankan dokter untuk menyembuhkan flu. Hidrasi secara terus-menerus membantu sistem kekebalan tubuh yang bekerja keras saat kita sakit.

2. Teh
Jika sakit tenggorokan, minumlah teh panas. Cairan hangatnya akan mengurangi pembengkakan kelenjar di tenggorokan. Uapnya juga akan membantu melegakan pernafasan. Agar manfaatnya lebih terasa, tambahkan sedikit madu. Selain membuat rasanya semakin enak, madu juga membantu melapisi tenggorokan untuk mengurangi sakit saat menelan.

3. Air kelapa
Air kelapa berisi elektrolit yang membantu jika kita dehidrasi dan membutuhkan cairan, seperti ketika sakit. Air kelapa juga mudah didapatkan dan tak mengandung tambahan gula dibanding minuman berenergi atau jus yang dijual di toko-toko.

4. Jus jeruk
Jus jeruk sangat kaya vitamin C. Selain itu, minuman ini juga mengandung antioksidan yang dapat membuang kotoran dari tubuh. Hindari jus dalam kemasan seperti yang dijual di supermarket karena kandungan gulanya tinggi. Peras sendiri jeruk segar agar mendapat hasil yang alami.

5. Jus tomat
Tomat kaya antioksidan yang membantu membilas dan mengoptimalkan kembali sistem tubuh saat flu. Selain itu, tomat juga mengandung lycopene yang membantu membangun kembali sel-sel tubuh dan mencegah beberapa jenis kanker.

6. Sari jahe
Sari jahe dapat meredakan sakit tenggorokan karena mengandung gingerol dan shaogal yang bersifat antiinflamasi. Selain itu, sari jahe juga dapat membunuh rhinovirus penyebab pilek. Jahe bisa diambil sarinya atau dicampurkan dalam teh.

7. Red wine
Kalau Anda meminum alkohol, red wine bisa jadi salah satu minuman yang baik diteguk saat sedang flu. Jejak resveratrol dalam minuman dapat mengurangi pembengkakan di hidung ketika tersumbat.

Sumber : http://hot.detik.com/read/2013/09/30/113409/2372985/900/6/batuk-pilek-redakan-gejala-flu-dengan-minuman-enak-ini

Cara Menghadapi Wanita Cerewet

Menghadapi wanita cerewet terkadang sangat menjengkelkan banyaknya perkatan yang dilontarkan membuat pria pusing untuk menghadapinya. Banya pria terkadang menghindar dari wanita cerewet, namun sepertinya wanita memang tercipta lebih cerewet dibandingkan pria.

Banyak cara yang bisa dilakukan pria untuk menghadapi wanita cerewet salah satunya adalah cara berikut ini penasaran seperti apa cara menghadapi wanita cerewet simak tipsnya berikut ini.

1. Menganguk
Menganguk bisa menjadi cara yang sangat ampuh untuk menghadapi wanita yang sangat cerewet setiap kata yang dilontarkan wanita angukan saja kepala kamu jika si wanita sudah bosan dengan omelanya pasti sang wanita akan berenti sendiri, namun jang sekali sekali kamu menganguk apa permintan wanita ketika sedang bicara yang kamu rasa kamu gak bisa memnuhinya ini akan membuat masalah baru bagi kamu nanti.

2. Jawab dengan kata “ya” dan “tidak”
Dengan menjawab ia dan tidak ternyata mampu juga untuk menghadapi wanita yang sangat cerewet banyak kata yang bisa di jawab dengan kata ya atau tidak, dengan mengucapkan 2 kata ini biasanya wanita akan bosan berbicara dengan kita sehinga sang wanita pun mulai menghentikan omelanya atau percakapanya, namun ingat jangan sampai salah mengucapkan ia atau tidak jika sampa salah pasti akan jadi masalah buat kamu.

3. Mencari alasan untuk meninggalkan tempat
Dengan mninggalkan tempat berati kamu telah meningalkan wanita yang cerewt tadi sehinga cara ini merupakan cara paling ampuh untuk mengatasi wanita cerewet namun ingat cari alasa yang tepat untuk meninggalkan tempat agar wanita yang akan kamu tingalkan tadi tidak mangkin marah. Cara paling ampuh untuk meninggalkan tempat adalah meminta izin untuk pergi ketoilet karena pergi ketoilet merupakan kebutuhan yang mendesak.

Nah itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghadip wanita yang cerewet.

Sumber : http://7onthespots.blogspot.com/2012/12/7-cara-menghadapi-wanita-cerewet.html

5 Kesalahan Dalam Mengatur Waktu

Waktu bagi sebagian orang itu sangat penting waktu selalu berjalan cepat jika tidak diatur dengan tepat maka waktu akan sangat sia sia bagi kita. Bagi orang yang memiliki kesibukan mengatur waktunya sangat penting jika sampai waktu yang digunakan tidak tertata rapi sudah pasti semua pekerjaanya akan kacau. Nah berikut ini ada beberapa kesalahan dalam mengatur waktu ingin tahu apa aja itu simak 5 Kesalahan Dalam Mengatur Waktu.

1. Terlalu detail
Akibatnya rencana yang seharusnya simpel dan mudah terlihat rumit dan kompleks sehingga menjadi sulit dikendalikan. Gejala overdetail ini mendorong kita mencatat terlalu banyak hal, padahal bisa jadi tidak semuanya penting.

2. Jadwal berlebihan
Kebanyakan jadwal akhirnya malah menjadi penghambat efektivitas karena menuntut Anda melakukan banyak hal dalam waktu terbatas. Efek jangka panjangnya dapat menimbulkan stres dan membuat Anda merasa tak nyaman melakukan pekerjaan.

3. Rencana berlebihan
Apapun kegiatan yang Anda pilih yang terpenting adalah aksi. Jangan sampai Anda hanya sibuk membuat rencana tetapi tidak ada satu pun yang dilaksanakan. Jika ini sudah terjadi berarti Anda sudah overplanning atau rencana berlebihan. Menurut M.Christian dalam bukunya Time Management, Mengatur Waktu Itu Mudah, gejala overplanning adalah terlalu sibuk dengan berbagai rencana dan gagal mengeksekusi rencana yang dibuat. Kemudian menjadikan semua kegiatan sebagai obyek rencana.

4. Suka menunda
Tanpa kedisplinan dari dalam diri, manajemen waktu takkan berjalan efektif. Seringkali terjadi karena berbagai godaan misalnya menunda. Menunda pekerjaan berarti menunda diri sehari mencapai tujuan.

5. Kesalahan rencana
Bisa terjadi karena salah informasi yang tidak dikumpulkan dengan lengkap dan tepat. Padahal informasi akurat adalah kunci utama mencapai keberhasilan mengatur waktu.

Sumber : http://7onthespots.blogspot.com/2012/12/7-kesalahan-dalam-mengatur-waktu.html

Takut Miskin di Akhirat

Mengingat harga-harga barang kebutuhan terus meningkat, seorang pemuda selalu mengeluh karena tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah berdiskusi dengan seorang kiai makrifat, pemuda itu pun mengikuti anjurannya untuk menjalankan shalat Hajat serta tetap istiqomah melaksanakan shalat wajib lima waktu.

”Pak Kiai, tiga tahun sudah saya menjalankan ibadah sesuai anjuran Bapak. Setiap hari saya shalat Hajat semata-mata agar Allah SWT melimpahkan rezeki yang cukup. Namun, sampai saat ini saya masih saja miskin,” keluh si pemuda.

“Teruskanlah dan jangan berhenti, Allah selalu mendengar doamu. Suatu saat nanti pasti Allah mengabulkannya. Bersabarlah!” Jawab sang kiai.

”Bagaimana saya bisa bersabar, kalau semua harga kebutuhan serba naik! Sementara saya masih juga belum mendapat rezeki yang memadai. Bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan hidup?”
”Ya tentu saja tetap dari Allah, pokoknya sabar, pasti ada jalan keluarnya. Teruslah beribadah.”
”Percuma saja Pak Kiai. Setiap hari shalat lima waktu, shalat Hajat, shalat Dhuha, tapi Allah belum juga mengabulkan permohonan saya. Lebih baik saya berhenti saja beribadah…” jawab pemuda itu dengan kesal.

”Kalau begitu, ya sudah. Pulang saja. Semoga Allah segera menjawab permintaanmu,” timpal kiai dengan ringan.

Pemuda itu pun pulang. Rasa kesal masih menggelayuti hatinya hingga tiba di rumah. Ia menggerutu tak habis-habisnya hingga tertidur pulas di kursi serambi. Dalam tidur itu, ia bermimpi masuk ke dalam istana yng sangat luas, berlantaikan emas murni, dihiasi dengan lampu-lampu terbuat dari intan permata. Bahkan beribu wanita cantik jelita menyambutnya. Seorang permaisuri yang sangat cantik dan bercahaya mendekati si pemuda.

”Anda siapa?” tanya pemuda.
”Akulah pendampingmu di hari akhirat nanti.”
”Ohh… lalu ini istana siapa?”
”Ini istanamu, dari Allah. Karena pekerjaan ibadahmu di dunia.”
”Ohh… dan taman-taman yang sangat indah ini juga punya saya?”
”Betul!”
”Lautan madu, lautan susu, dan lautan permata juga milik saya?”
”Betul sekali.”

Sang pemuda begitu mengagumi keindahan suasana syurga yang sangat menawan dan tak tertandingi. Namun, tiba-tiba ia terbangun dan mimpi itu pun hilang. Tak disangka, ia melihat tujuh mutiara sebesar telor bebek. Betapa senang hati pemuda itu dan ingin menjual mutiara-mutiara tersebut. Ia pun menemui sang kiai sebelum pergi ke tempat penjualan mutiara.
“Pak Kiai, setelah bermimpi saya mendapati tujuh mutiara yang sangat indah ini. Akhirnya Allah menjawab doa saya,” kata pemuda penuh keriangan.

”Alhamdulillah. Tapi perlu kamu ketahui bahwa tujuh mutiara itu adalah pahala-pahala ibadah yang kamu jalankan selama 3 tahun lalu.”

”Ini pahala-pahala saya? Lalu bagaimana dengan syurga saya Pak Kiai?”
”Tidak ada, karena Allah sudah membayar semua pekerjaan ibadahmu. Mudah-mudahan kamu bahagia di dunia ini. Dengan tujuh mutiara itu kamu bisa menjadi miliader.”

”Ya Allah, aku tidak mau mutiara-mutiara ini. Lebih baik aku miskin di dunia ini daripada miskin di akhirat nanti. Ya Allah kumpulkan kembali mutiara-mutiara ini dengan amalan ibadah lainnya sampai aku meninggal nanti,” ujar pemuda itu sadar diri. Tujuh mutiara yang berada di depannya itu hilang seketika. Ia berjanji tak akan mengeluh dan menjalani ibadah lebih baik lagi demi kekayaan akhirat kelak. [dari guyon orang-orang makrifat, wibi ar].


Sumber : http://sufimuda.net/2009/05/29/humor-sufi-takut-miskin-di-akhirat/#more-664

Cara Mendisiplinkan Sang Anak

Sering kali, orangtua terus berkutat dengan masalah kedisiplinan yang idealnya selalu dipatuhi anak-anak. Orangtua terkadang harus memaksa anak-anaknya untuk disiplin di rumah, menghormati orangtua, bicara dengan nada yang santun, rajin belajar, tidur siang tepat waktu, yang intinya mengatur semua gerak-gerik Si Kecil. Namun, harus tetap ingat, kedisiplinan yang Anda maksud tak hanya melakukan koreksi pada tingkah laku anak-anak saja. Tapi juga mengajarkan kepada mereka cara untuk bisa mengontrol dirinya, serta peduli akan lingkungannya, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi orang yang berhasil di kemudian hari. Untuk itu, ada beberapa pendekatan yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak-anak mendisiplinkan dirinya.

1. Tegas
Jika Anda melarang anak-anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang masuk akal, dengan memberikan penjelasan dan bimbingan padanya. Anak jaman sekarang pasti tidak akan mau menerima alasan seperti, "Jangan duduk di depan pintu, pamali!" Atau, "Jangan main terlalu sore, nanti diculik Kalong Wewe!" Beritahu alasannya, kenapa dia tidak bisa duduk di depan pintu atau bermain sore-sore, menjelang malam.

2. Jangan Plin Plan
Pada dasarnya, Si Kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan. Begitu pun jika Anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu keputusan. Misalnya, Anda tak setuju dia melompat-lompat di tempat tidur, sementara pasangan Anda membiarkannya. Hal ini hanya akan membuat dia bingung, akibatnya dia jadi mengabaikan ketidaksetujuan Anda. Jadi, buatlah kesepakatan keputusan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah dalam bersikap.

3. Ajak Kompromi
Anak-anak tak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan yang besar dan kecil. Sesekali, berkompromi dan mengertilah diri mereka. Tindakan kompromi akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar nantinya. Misalnya, jika dia lalai menengok ke kiri-kanan saat akan menyeberang jalan, lain kali dia tak akan begitu lagi. Jika Anda keberatan dengan sikapnya, nyatakan dengan jelas. Misalnya, "Berhentilah melempar-lempar mainanmu, Nak!" Tapi, jangan katakan, "Hei, mainannya jangan dilempar-lempar, dong!"

4. Beri Bimbingan
Jika anak Anda mengobrak-abrik buku dari lemari yang ada di ruang keluarga, katakan saja, "Maukah kamu berhenti 'bermain' buku? Baca saja, ya di kamarmu?" Jika dia tak memedulikan perkataan Anda, dengan cara yang lembut namun tegas, Anda bisa membimbingnya ke kamar dan katakan padanya, dia bisa kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata Anda.

5. Beri Peringatan
Jika anak tahu aturan yang telah Anda buat, pada usia tertentu, Anda hanya perlu bertanya padanya, ketika melakukan pelanggaran. dia akan langsung merasa segan pada Anda, karena ada konsekuensi atau sanki yang harus diterimanya segera, setelah pelanggaran dibuat. Jika Anda terbiasa membuat batasan peringatan sampai hitungan 5, kali ini kurangi sampai hitungan ke 3, sehingga anak akan belajar untuk segera mengubah sikap setelah diberi peringatan.

6. Berikan Alasan
Jika anak bermain-main dengan benda tajam, Anda tentu harus lebih berhati-hati memperingatinya. Terangkan dengan bahasa yang jelas dan sederhana, apa yang akan Anda lakukan dan sebutkan alasannya. Misalnya, "Mama simpan pisaunya ya, Sayang, nanti bisa melukai tanganmu!" Atau, "Mama minta kamu jangan main air ya, nanti lantainya jadi licin dan bisa bikin kamu terjatuh."

7. Jangan Tunda Hukuman
Jika Anda ingin menghukum anak yang tidak disiplin, hukumlah segera setelah Anda tahu dia tidak disiplin. Jangan sampai Anda menunda memberi hukuman padanya. Sebab, anak-anak tidak akan mau menerima hukuman beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang mendidik, seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, tidak main play station atau barbie, atau membersihkan kamar mandi.

8. Tetap Tenang
Marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi anak tanpa henti, akan membuat Anda menjadi orang yang melakukan tindak kekerasan verbal terhadap anak. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri pada anak Anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa pede di ahdapan orangtuanya.

9. Bertekuk Lutut (Mensejajarkan Pandangan)
Menunduklah saat berbicara pada Si Kecil, terutama saat memberi kritikan padanya. Tekuklah lutut Anda atau ambil posisi duduk di hadapnnya, agar pandangan mata Anda sejajar dengannya. Dengan sikap seperti ini, Anda tak perlu merasa khawatir akan kehilangan respek darinya. Justru sebaliknya, dia akan semakin menghormati dan menghargai Anda sebagai orangtua.

10. Jangan Ceramah
Ajaklah Si Kecil ngobrol dan berdiskusi, dari pada diceramahi panjang lebar. Meskipun tampaknya pernyataan ini tidak bernada keras, seperti, "Sudah berkali-kali Mama bilang ..." Atau, "Setiap saat kamu kok ...", tetap memberi kesan seolah-olah dia ditakdirkan untuk selalu mengecewakan Anda, apapun yang dia perbuat. Cobalah Gulirkan pertanyaan-pertanyaan seperti, "Merokok, kan, enggak baik untuk anak-anak, ya ? " Atau, "Apakah kamu suka jika temanmu mengganggu terus di sekolah, Nak?" KRITIKLAH sikapnya, jangan salahkan dirinya.

11. Tunjukkan Sikap Positif
Terlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk Si Kecil. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda harus mengucapkan, "Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula."

12. Bermain Bersama
Jika sempat, tak ada salahnya Anda meluagkan waktu sebenatr dan ikut bermain-main denganyya. Buatlah permainan bernuansa perlombaan semacam "siapa cepat dia dapat." Permainan ini akan melatih anak Anda bertindak cepat setelah ada aba-aba dari Anda, atau yang dia ucapkan sendiri.

13. Hindari Rasa Jengkel
Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.

14. Jangan Menampar!
Tamparan keras yang Anda berikan di wajahnya, akan berpengaruh buruk bagi diri anak, juga Anda. Anak yang pernah ditampar orangtuanya akan merasa lebih menderita, dari pada perasaan tidak dihargai atau depresi sekalipun. Tindakan ini pun sekaligus bisa mengajarkan, secara tidak langung pada anak, untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara kekerasan.

15. Jangan Menyuap
Jangan membiasakan memberi uang atau hadiah kepada anak saat Anda memintanya untuk mengerjakan atau melarang sesuatu. Kebiasaan seperti ini bisa membuat anak jadi tidak mau mengerjakan atau menghindari sesuatu, jika belum diberi uang atau hadiah.

16. Bersikap Dewasa
Bersenda gurau dengan cara melucu berlebihan, dengan menggigiti atau menarik-narik rambut anak Anda, untuk menunjukkan rasa sayang, merupakan tindakan yang salah. Bersikaplah sewajarnya, sebagai orang dewasa seperti menggenggam tangannya, memeluknya, atau memberikan ciuman di kedua pipi atau kepalanya.

17. Hadapi Rengekan
Katakan kepada anak-anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan pula, Anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika disampaikan dengan cara merengek atau menangis. Kecuali, jika dia meminta sesuatu dengan sikap yang manis dan sopan.

18. Contoh Baik
Jika suatu kali anak Anda pernah memerogoki Anda sedang berdebat dengan pasangan tanpa menggunakan kekerasan, dia akan meniru sikap baik itu. Tapi, jika Anda dan pasangan bertengkar dengan saling menghina, memukul, atau berteriak, anak Anda akan meniru sikap-sikap buruk itu di kemudian hari.

Dari 18 trik di atas, yang terpenting, Anda harus mengerti terlebih dulu kondisi anak-anak. Berusaha untuk membuatnya menjadi lebih disiplin, tanpa memahami bagaimana dan apa yang dia lakukan, sama halnya seperti menuangkan sirup ke dalam botol tertutup. Dengan kata lain, gratis saja dan hanya akan memperburuk keadaan di kemudian hari. Hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak memang sangat perlu dilakukan. Yang bisa Anda lakukan segera untuk mengatasi masalah ini, yaitu Anda hanya perlu bertanya kepada anak, apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa dia berbuat begitu. Pada beberapa kasus, anak-anak dapat berterus terang tentang masalahnya kepada orangtua. Namun, jika dia tak mau berterus terang, sementara Anda tidak memiliki cara lain untuk bertindak, tetaplah berpikir positif.

Sumber : http://bldirgantara.blogspot.com/2012/06/trik-mendisiplinkan-anak.html

Cara Licik Mengubah Lawan Menjadi Kawan

Seberapa pun baik dan menyenangkannya Anda di kantor, ada saja satu dua orang yang memusuhi Anda, baik tersamar maupun terang-terangan. Tidak perlu kesal. Selalu ada cara untuk mengubah lawan menjadi kawan. Berikut tips bagaimana cara licik mengubah lawan menjadi kawan :

1. Cooling Down.
Kalau sama-sama bersitegang, dia memusuhi Anda, kemudian dibalas dengan permusuhan, suhu kantor pasti panas dingin. Tegang. Apalagi jika Anda mengumpulkan seteru untuk memusuhi dia, uhm, dia pasti makin sewot. Situasi ini jelas tidak kondusif. Jadi, mengapa tidak coba mencairkan suasana dengan bersikap sebaliknya. Kalau ada rekan yang mengompori, tidak perlu ditanggapi, katakan saja bahwa Anda tidak pernah memusuhi dia. Dan Anda tidak pernah punya persoalan dengan dia.

2. Berlagak Pilon
Anda tahu dia memusuhi Anda, tapi bersikaplah seolah-olah tidak tahu. Anggaplan tidak pernah ada persoalan antara Anda dengan dia. Toh, yang menganggap Anda musuh adalah dia, bukan Anda. Jagalah sikap senormal mungkin di depan dia. Kalau setiap tiba di kantor Anda menyapa dia, jangan hentikan kebiasan tersebut. Jika sapaan Anda ditanggapi dengan wajah cemberut, jangan ambil pusing. Toh, lama-lama dia mungkin akan menyadari usaha dia memusuhi Anda sia-sia, karena Anda bersikap tidak peduli.

3. Jangan dibalas
Kejahatan tidak harus dibalas dengan kejahatan juga. Memang sulit mempraktekkannya tapi pasti bisa dilakukan. Satu contoh gampang adalah dengan memberi perhatian-perhatian kecil. Misal, kalau Anda pergi ke luar kota, jangan lupa membelikan sesuatu untuk dia. Kalau Anda memberikan sesuatu untuk teman-teman dekatnya, berikan juga pada dia. Kebesaran jiwa Anda lambat laun mungkin akan meluluhkan hatinya.

4. Bersikap Rendah Hati
Bersikaplah rendah hati. Kalau atasan memuji Anda di depan rekan-rekan lain, termasuk dia, jangan bersikap arogan. Katakan Anda masih punya banyak kekurangan, dan hasil yang Anda capai tidak lepas dari bantuan rekan-rekan lain, tak terkecuali dia. Biasanya sikap rendah hati akan membuatnya sadar bahwa Anda tidak layak dibenci. Sebaliknya sikap arogan akan membuatnya makin panas dan bersemangat membenci Anda.

5. Bersikap Profesional
Seberapa tidak sukanya Anda pada dia, janganlah menghadapinya secara subyektif. Mungkin Anda tidak ingin bekerjasama dengannya, tapi pekerjaan mengharuskan Anda satu team dengannya. Mau tidak mau, Anda harus bekerjasama dengan dia. Singkirkan sejenak ketidaksukaan Anda, berikan sesuai porsi atau kapasitas Anda. Karena kalau tim itu gagal, Anda juga yang akan terkena dampaknya.

6. Ayo Fokus
Daripada menanggapi permusuhannya, lebih baik focus pada pekerjaan. Abaikan saja perilakunya yang memancing emosi, missal ia gemar mengait-ngaitkan pekerjaan dengan hal lain yang tidak relevan. Pokonya apa pun yang dia lakukan, jangan gampang terpancing. Kalau perlu tanggapi perilakunya dengan bercanda sehingga dia akan merasa aksinya pada Anda tidak mempan.

7. Jangan Memancing
Sekesal apapun Anda pada dirinya jangan terpancing godaan rekan-rekan lain untuk menjelek-jelekan namanya. Karena bisa saja di antara teman-teman Anda itu, ada juga yan sengaja memancing di air keruh dan menambah suhu bertambah panas. Kalau perlu katakana pada mereka bahwa dia tidak seburuk yang mereka duga. Dengan begitu, ia mungkin akan sadar bahwa sikap permusuhannya hanya akan membakar dirinya sendiri.

8. Cry For Help
 Anda bisa minta bantuan orang ketiga untuk mencairkan komunikasi antara Anda dengan dia. Mintalah pada dia untuk membantu meluruskan permasalah. Mungkin sikap permusuhan dia dilandasi salah paham atau misunderstanding. Biasanya masukan dari orang ketiga akan dia dengat ketimbang penjelasan dari Anda.

9. Inisiatif Meminta Maaf
Hari Raya Besar seperti Lebaran, Natal, Tahun Baru dan lain-lain merupakan momen yang tepat memperbaiki hubungan dengan dia. Kalau dia tidak menghampiri Anda, tidak perlu gengsi mendatangi mejanya dan mengulurkan tangan meminta maaf lahir dan batik. Agar suasana mencair, bisa juga membawa makanan dan ajak dia mencicipi bersama. Masak sih hatinya tidak juga terbuka melihat ketulusan Anda? Bukankah sekeras-kerasnya hati orang, masih lebih keras batu kali? "Tips ini tidak hanya bisa digunakan di tempat kerja kita saja tapi juga bisa di gunakan dikehidupan sehari-hari kita".

Sumber : http://bldirgantara.blogspot.com/2012/06/tips-unik-mengubah-lawan-menjadi-kawan.html