Artikel Menarik Lainnya

Slider

Tahukah Kamu

Humor

Asmara

Kesehatan

Renungan

Gaya Hidup

Biografy

Cara Menghadapi Wanita Cerewet

Menghadapi wanita cerewet terkadang sangat menjengkelkan banyaknya perkatan yang dilontarkan membuat pria pusing untuk menghadapinya. Banya pria terkadang menghindar dari wanita cerewet, namun sepertinya wanita memang tercipta lebih cerewet dibandingkan pria.

Banyak cara yang bisa dilakukan pria untuk menghadapi wanita cerewet salah satunya adalah cara berikut ini penasaran seperti apa cara menghadapi wanita cerewet simak tipsnya berikut ini.

1. Menganguk
Menganguk bisa menjadi cara yang sangat ampuh untuk menghadapi wanita yang sangat cerewet setiap kata yang dilontarkan wanita angukan saja kepala kamu jika si wanita sudah bosan dengan omelanya pasti sang wanita akan berenti sendiri, namun jang sekali sekali kamu menganguk apa permintan wanita ketika sedang bicara yang kamu rasa kamu gak bisa memnuhinya ini akan membuat masalah baru bagi kamu nanti.

2. Jawab dengan kata “ya” dan “tidak”
Dengan menjawab ia dan tidak ternyata mampu juga untuk menghadapi wanita yang sangat cerewet banyak kata yang bisa di jawab dengan kata ya atau tidak, dengan mengucapkan 2 kata ini biasanya wanita akan bosan berbicara dengan kita sehinga sang wanita pun mulai menghentikan omelanya atau percakapanya, namun ingat jangan sampai salah mengucapkan ia atau tidak jika sampa salah pasti akan jadi masalah buat kamu.

3. Mencari alasan untuk meninggalkan tempat
Dengan mninggalkan tempat berati kamu telah meningalkan wanita yang cerewt tadi sehinga cara ini merupakan cara paling ampuh untuk mengatasi wanita cerewet namun ingat cari alasa yang tepat untuk meninggalkan tempat agar wanita yang akan kamu tingalkan tadi tidak mangkin marah. Cara paling ampuh untuk meninggalkan tempat adalah meminta izin untuk pergi ketoilet karena pergi ketoilet merupakan kebutuhan yang mendesak.

Nah itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghadip wanita yang cerewet.

Sumber : http://7onthespots.blogspot.com/2012/12/7-cara-menghadapi-wanita-cerewet.html

Cara Mendisiplinkan Sang Anak

Sering kali, orangtua terus berkutat dengan masalah kedisiplinan yang idealnya selalu dipatuhi anak-anak. Orangtua terkadang harus memaksa anak-anaknya untuk disiplin di rumah, menghormati orangtua, bicara dengan nada yang santun, rajin belajar, tidur siang tepat waktu, yang intinya mengatur semua gerak-gerik Si Kecil. Namun, harus tetap ingat, kedisiplinan yang Anda maksud tak hanya melakukan koreksi pada tingkah laku anak-anak saja. Tapi juga mengajarkan kepada mereka cara untuk bisa mengontrol dirinya, serta peduli akan lingkungannya, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi orang yang berhasil di kemudian hari. Untuk itu, ada beberapa pendekatan yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak-anak mendisiplinkan dirinya.

1. Tegas
Jika Anda melarang anak-anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang masuk akal, dengan memberikan penjelasan dan bimbingan padanya. Anak jaman sekarang pasti tidak akan mau menerima alasan seperti, "Jangan duduk di depan pintu, pamali!" Atau, "Jangan main terlalu sore, nanti diculik Kalong Wewe!" Beritahu alasannya, kenapa dia tidak bisa duduk di depan pintu atau bermain sore-sore, menjelang malam.

2. Jangan Plin Plan
Pada dasarnya, Si Kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan. Begitu pun jika Anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu keputusan. Misalnya, Anda tak setuju dia melompat-lompat di tempat tidur, sementara pasangan Anda membiarkannya. Hal ini hanya akan membuat dia bingung, akibatnya dia jadi mengabaikan ketidaksetujuan Anda. Jadi, buatlah kesepakatan keputusan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah dalam bersikap.

3. Ajak Kompromi
Anak-anak tak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan yang besar dan kecil. Sesekali, berkompromi dan mengertilah diri mereka. Tindakan kompromi akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar nantinya. Misalnya, jika dia lalai menengok ke kiri-kanan saat akan menyeberang jalan, lain kali dia tak akan begitu lagi. Jika Anda keberatan dengan sikapnya, nyatakan dengan jelas. Misalnya, "Berhentilah melempar-lempar mainanmu, Nak!" Tapi, jangan katakan, "Hei, mainannya jangan dilempar-lempar, dong!"

4. Beri Bimbingan
Jika anak Anda mengobrak-abrik buku dari lemari yang ada di ruang keluarga, katakan saja, "Maukah kamu berhenti 'bermain' buku? Baca saja, ya di kamarmu?" Jika dia tak memedulikan perkataan Anda, dengan cara yang lembut namun tegas, Anda bisa membimbingnya ke kamar dan katakan padanya, dia bisa kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata Anda.

5. Beri Peringatan
Jika anak tahu aturan yang telah Anda buat, pada usia tertentu, Anda hanya perlu bertanya padanya, ketika melakukan pelanggaran. dia akan langsung merasa segan pada Anda, karena ada konsekuensi atau sanki yang harus diterimanya segera, setelah pelanggaran dibuat. Jika Anda terbiasa membuat batasan peringatan sampai hitungan 5, kali ini kurangi sampai hitungan ke 3, sehingga anak akan belajar untuk segera mengubah sikap setelah diberi peringatan.

6. Berikan Alasan
Jika anak bermain-main dengan benda tajam, Anda tentu harus lebih berhati-hati memperingatinya. Terangkan dengan bahasa yang jelas dan sederhana, apa yang akan Anda lakukan dan sebutkan alasannya. Misalnya, "Mama simpan pisaunya ya, Sayang, nanti bisa melukai tanganmu!" Atau, "Mama minta kamu jangan main air ya, nanti lantainya jadi licin dan bisa bikin kamu terjatuh."

7. Jangan Tunda Hukuman
Jika Anda ingin menghukum anak yang tidak disiplin, hukumlah segera setelah Anda tahu dia tidak disiplin. Jangan sampai Anda menunda memberi hukuman padanya. Sebab, anak-anak tidak akan mau menerima hukuman beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang mendidik, seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, tidak main play station atau barbie, atau membersihkan kamar mandi.

8. Tetap Tenang
Marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi anak tanpa henti, akan membuat Anda menjadi orang yang melakukan tindak kekerasan verbal terhadap anak. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri pada anak Anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa pede di ahdapan orangtuanya.

9. Bertekuk Lutut (Mensejajarkan Pandangan)
Menunduklah saat berbicara pada Si Kecil, terutama saat memberi kritikan padanya. Tekuklah lutut Anda atau ambil posisi duduk di hadapnnya, agar pandangan mata Anda sejajar dengannya. Dengan sikap seperti ini, Anda tak perlu merasa khawatir akan kehilangan respek darinya. Justru sebaliknya, dia akan semakin menghormati dan menghargai Anda sebagai orangtua.

10. Jangan Ceramah
Ajaklah Si Kecil ngobrol dan berdiskusi, dari pada diceramahi panjang lebar. Meskipun tampaknya pernyataan ini tidak bernada keras, seperti, "Sudah berkali-kali Mama bilang ..." Atau, "Setiap saat kamu kok ...", tetap memberi kesan seolah-olah dia ditakdirkan untuk selalu mengecewakan Anda, apapun yang dia perbuat. Cobalah Gulirkan pertanyaan-pertanyaan seperti, "Merokok, kan, enggak baik untuk anak-anak, ya ? " Atau, "Apakah kamu suka jika temanmu mengganggu terus di sekolah, Nak?" KRITIKLAH sikapnya, jangan salahkan dirinya.

11. Tunjukkan Sikap Positif
Terlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk Si Kecil. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda harus mengucapkan, "Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula."

12. Bermain Bersama
Jika sempat, tak ada salahnya Anda meluagkan waktu sebenatr dan ikut bermain-main denganyya. Buatlah permainan bernuansa perlombaan semacam "siapa cepat dia dapat." Permainan ini akan melatih anak Anda bertindak cepat setelah ada aba-aba dari Anda, atau yang dia ucapkan sendiri.

13. Hindari Rasa Jengkel
Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.

14. Jangan Menampar!
Tamparan keras yang Anda berikan di wajahnya, akan berpengaruh buruk bagi diri anak, juga Anda. Anak yang pernah ditampar orangtuanya akan merasa lebih menderita, dari pada perasaan tidak dihargai atau depresi sekalipun. Tindakan ini pun sekaligus bisa mengajarkan, secara tidak langung pada anak, untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara kekerasan.

15. Jangan Menyuap
Jangan membiasakan memberi uang atau hadiah kepada anak saat Anda memintanya untuk mengerjakan atau melarang sesuatu. Kebiasaan seperti ini bisa membuat anak jadi tidak mau mengerjakan atau menghindari sesuatu, jika belum diberi uang atau hadiah.

16. Bersikap Dewasa
Bersenda gurau dengan cara melucu berlebihan, dengan menggigiti atau menarik-narik rambut anak Anda, untuk menunjukkan rasa sayang, merupakan tindakan yang salah. Bersikaplah sewajarnya, sebagai orang dewasa seperti menggenggam tangannya, memeluknya, atau memberikan ciuman di kedua pipi atau kepalanya.

17. Hadapi Rengekan
Katakan kepada anak-anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan pula, Anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika disampaikan dengan cara merengek atau menangis. Kecuali, jika dia meminta sesuatu dengan sikap yang manis dan sopan.

18. Contoh Baik
Jika suatu kali anak Anda pernah memerogoki Anda sedang berdebat dengan pasangan tanpa menggunakan kekerasan, dia akan meniru sikap baik itu. Tapi, jika Anda dan pasangan bertengkar dengan saling menghina, memukul, atau berteriak, anak Anda akan meniru sikap-sikap buruk itu di kemudian hari.

Dari 18 trik di atas, yang terpenting, Anda harus mengerti terlebih dulu kondisi anak-anak. Berusaha untuk membuatnya menjadi lebih disiplin, tanpa memahami bagaimana dan apa yang dia lakukan, sama halnya seperti menuangkan sirup ke dalam botol tertutup. Dengan kata lain, gratis saja dan hanya akan memperburuk keadaan di kemudian hari. Hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak memang sangat perlu dilakukan. Yang bisa Anda lakukan segera untuk mengatasi masalah ini, yaitu Anda hanya perlu bertanya kepada anak, apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa dia berbuat begitu. Pada beberapa kasus, anak-anak dapat berterus terang tentang masalahnya kepada orangtua. Namun, jika dia tak mau berterus terang, sementara Anda tidak memiliki cara lain untuk bertindak, tetaplah berpikir positif.

Sumber : http://bldirgantara.blogspot.com/2012/06/trik-mendisiplinkan-anak.html

Cara Licik Mengubah Lawan Menjadi Kawan

Seberapa pun baik dan menyenangkannya Anda di kantor, ada saja satu dua orang yang memusuhi Anda, baik tersamar maupun terang-terangan. Tidak perlu kesal. Selalu ada cara untuk mengubah lawan menjadi kawan. Berikut tips bagaimana cara licik mengubah lawan menjadi kawan :

1. Cooling Down.
Kalau sama-sama bersitegang, dia memusuhi Anda, kemudian dibalas dengan permusuhan, suhu kantor pasti panas dingin. Tegang. Apalagi jika Anda mengumpulkan seteru untuk memusuhi dia, uhm, dia pasti makin sewot. Situasi ini jelas tidak kondusif. Jadi, mengapa tidak coba mencairkan suasana dengan bersikap sebaliknya. Kalau ada rekan yang mengompori, tidak perlu ditanggapi, katakan saja bahwa Anda tidak pernah memusuhi dia. Dan Anda tidak pernah punya persoalan dengan dia.

2. Berlagak Pilon
Anda tahu dia memusuhi Anda, tapi bersikaplah seolah-olah tidak tahu. Anggaplan tidak pernah ada persoalan antara Anda dengan dia. Toh, yang menganggap Anda musuh adalah dia, bukan Anda. Jagalah sikap senormal mungkin di depan dia. Kalau setiap tiba di kantor Anda menyapa dia, jangan hentikan kebiasan tersebut. Jika sapaan Anda ditanggapi dengan wajah cemberut, jangan ambil pusing. Toh, lama-lama dia mungkin akan menyadari usaha dia memusuhi Anda sia-sia, karena Anda bersikap tidak peduli.

3. Jangan dibalas
Kejahatan tidak harus dibalas dengan kejahatan juga. Memang sulit mempraktekkannya tapi pasti bisa dilakukan. Satu contoh gampang adalah dengan memberi perhatian-perhatian kecil. Misal, kalau Anda pergi ke luar kota, jangan lupa membelikan sesuatu untuk dia. Kalau Anda memberikan sesuatu untuk teman-teman dekatnya, berikan juga pada dia. Kebesaran jiwa Anda lambat laun mungkin akan meluluhkan hatinya.

4. Bersikap Rendah Hati
Bersikaplah rendah hati. Kalau atasan memuji Anda di depan rekan-rekan lain, termasuk dia, jangan bersikap arogan. Katakan Anda masih punya banyak kekurangan, dan hasil yang Anda capai tidak lepas dari bantuan rekan-rekan lain, tak terkecuali dia. Biasanya sikap rendah hati akan membuatnya sadar bahwa Anda tidak layak dibenci. Sebaliknya sikap arogan akan membuatnya makin panas dan bersemangat membenci Anda.

5. Bersikap Profesional
Seberapa tidak sukanya Anda pada dia, janganlah menghadapinya secara subyektif. Mungkin Anda tidak ingin bekerjasama dengannya, tapi pekerjaan mengharuskan Anda satu team dengannya. Mau tidak mau, Anda harus bekerjasama dengan dia. Singkirkan sejenak ketidaksukaan Anda, berikan sesuai porsi atau kapasitas Anda. Karena kalau tim itu gagal, Anda juga yang akan terkena dampaknya.

6. Ayo Fokus
Daripada menanggapi permusuhannya, lebih baik focus pada pekerjaan. Abaikan saja perilakunya yang memancing emosi, missal ia gemar mengait-ngaitkan pekerjaan dengan hal lain yang tidak relevan. Pokonya apa pun yang dia lakukan, jangan gampang terpancing. Kalau perlu tanggapi perilakunya dengan bercanda sehingga dia akan merasa aksinya pada Anda tidak mempan.

7. Jangan Memancing
Sekesal apapun Anda pada dirinya jangan terpancing godaan rekan-rekan lain untuk menjelek-jelekan namanya. Karena bisa saja di antara teman-teman Anda itu, ada juga yan sengaja memancing di air keruh dan menambah suhu bertambah panas. Kalau perlu katakana pada mereka bahwa dia tidak seburuk yang mereka duga. Dengan begitu, ia mungkin akan sadar bahwa sikap permusuhannya hanya akan membakar dirinya sendiri.

8. Cry For Help
 Anda bisa minta bantuan orang ketiga untuk mencairkan komunikasi antara Anda dengan dia. Mintalah pada dia untuk membantu meluruskan permasalah. Mungkin sikap permusuhan dia dilandasi salah paham atau misunderstanding. Biasanya masukan dari orang ketiga akan dia dengat ketimbang penjelasan dari Anda.

9. Inisiatif Meminta Maaf
Hari Raya Besar seperti Lebaran, Natal, Tahun Baru dan lain-lain merupakan momen yang tepat memperbaiki hubungan dengan dia. Kalau dia tidak menghampiri Anda, tidak perlu gengsi mendatangi mejanya dan mengulurkan tangan meminta maaf lahir dan batik. Agar suasana mencair, bisa juga membawa makanan dan ajak dia mencicipi bersama. Masak sih hatinya tidak juga terbuka melihat ketulusan Anda? Bukankah sekeras-kerasnya hati orang, masih lebih keras batu kali? "Tips ini tidak hanya bisa digunakan di tempat kerja kita saja tapi juga bisa di gunakan dikehidupan sehari-hari kita".

Sumber : http://bldirgantara.blogspot.com/2012/06/tips-unik-mengubah-lawan-menjadi-kawan.html

3 Cara Mengoptimalkan Fungsi Otak

Otak merupakan pusat dari segala pikiran yang akan berpengaruh secara keseluruhan pada tubuh. Maka, penting untuk mengoptimalkan fungsi otak agar otak dapat bekerja dengan lebih efektif.

Berikut 3 cara membuat otak Anda bekerja lebih cepat:

1. Manfaatkan Logika Anda
"Ketidakteraturan seringkali disebabkan oleh kecemasan dan ketakutan," kata Paul Hammerness, asisten profesor dari psikiatri di Harvard Medical School. Perasaan itu diproses diamigdala, bagian otak yang primitif. Sebaliknya, pikiran rasional, merupakan landasan dari organisasi efektif hampir selalu didapati pada korteks prefrontal. Pecahkan area ini dengan mengisi biaya laporan atau menatap pengolah angka. Maka Anda akan bisa berpikir lebih logis dan mengerjakan tugas dengan lebih efisien. bldirgantara.blogspot.com

2. Gerakkan otot memori Anda
Hal pertama pada pagi hari, bayangkanlah Anda mengerjakan tugas harian langkah demi langkah. Biasakan untuk membayangkan daftar pekerjaan yang harus dilakukan untuk menstimulasi memori kerja Anda. Ini merupakan bagian dari otak Anda yang membantu Anda menyimpan dan menggunakan informasi kompleks. bldirgantara.blogspot.com

Jika ada interupsi (misalnya telepon berdering) buatlah upaya sadar untuk menanyakan diri Anda bahwa Anda perlu merespon tindakan yang bisa memunculkan memori kerja Anda. Jika Anda sudah bereaksi(atau belum), lihat kembali daftar pekerjaan yang harus anda lakukan dalam pikiran Anda. Semakin Anda gunakan memori kerja, maka Anda akan semakin larut dalam pekerjaan. Tentunya Anda akan berada dalam kontrol yang baik.

3. Istirahatkan otak Anda
"Meski otak mempunyai sistem kerja yang mengagumkan, ada batasan dimana otak memerlukan istirahat," kata Hammerness. Kebanyakan orang dewasa hanya bisa fokus pada satu pekerjaan hanya dalam waktu 60 menit. Untuk memberi rentang bagi perhatian Anda, berhentilah bekerja selama beberapa jam dan berjalanlah di sekitar. Tindakan baru lainnya akan me-reset otak dan Anda siap untuk kembali bekerja.bld

Sumber : http://bldirgantara.blogspot.com/2013/06/3-cara-memicu-kenerja-otak-agar-lebih.html

Mari Menghindari Rasa Malas

Kemalasan merupakan sesuatu yang normal dalam hidup anda. Karena dia normal maka dia pun bisa diatasi. Tips diatas bisa menjadi awal untuk berpikir dan bertindak berbeda dari biasanya sehingga anda tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang hanya karena malas mengerjakannya.

1. Membuat Tujuan
Orang yang malas biasanya tidak memiliki motivasi untuk berkembang ke arah kehidupan yang lebih baik. Sementara orang yang tidak memiliki motivasi biasanya tidak memiliki tujuan-tujuan hidup yang pantas dan layak untuk diraih dan orang yang tidak memiliki tujuan hidup biasanya sangat jarang bahkan mungkin tidak pernah menuliskan resolusi atau komitmen komitmen pencapaian hidup.

Di sinilah pangkal persoalannya. Tanpa tujuan, resolusi, atau komitmen pencapaian hidup. Maka seseorang hanya bergerak secara naluriah dan sangat rentan diombang-ambingkan situasi di sekelilingnya. Posisi seperti ini membuatnya menjadi pasif, menunggu, tergantung pada situasi, dan cenderung menyerah pada nasib. Dalam keadaan seperti ini, tidak akan ada motivasi untuk meraih atau mencapai sesuatu. Tidak adanya sumber-sumber motivasi hidup menyebabkan kemalasan. biasanya tidak memiliki motivasi untuk berkembang ke arah kehidupan yang lebih baik.

2. Mengasah Kemampuan
Orang yang memiliki tujuan hidup yang pasti, membuat resolusi, dan komitmen pencapaian biasanya memiliki motivasi tinggi. Tetapi dengan tujuan yang samar-samar, jelas tidak memberikan dampak motivasional yang signifikan. Akan lebih baik lagi jika tujuan dilengkapi dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran, seperti mencari cara yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Kita juga perlu sekali mengasah kemampuan atau ketrampilan supaya langkah yang diambil itu akan membawa kita pada pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. Contoh: Jika pada tahun yang sudah ditargetkan kita ingin menjadi konsultan, maka sejak sekarang aktivitas-aktivitas kita sudah harus difokuskan ke arah tujuan tersebut. Kita harus terus mengasah kemampuan mendiagnosa masalah, menemukan penyebab, menganalisis, mengkomunikasikan gagasan, menawarkan solusi, dan memperbaiki kemampuan presentasi.

3. Pergaulan Dinamis
Para pemenang berkumpul dengan sesama pemenang, sementara para pecundang cenderung berkumpul dengan sesama pecundang. Ungkapan tersebut mengandung kebenaran. Sulit sekali bagi seorang pemalas untuk hidup di lingkungan para pemenang. Sulit bagi orang malas untuk berada secara nyaman di tengah-tengah orang yang sangat optimis, sibuk, giat bekerja, dan bersemangat mengejar prestasi. Demikian sebaliknya, sulit sekali bagi para pemegang prestasi tinggi untuk betah berlama-lama dengan para orang malas dan pesimistik.

Situasi atau lingkungan di mana kita berada sungguh ada pengaruhnya. Orang yang mulai dihinggapi rasa malas sangat dianjurkan agar menjauhi mereka yang juga mulai diserang kebosanan, putus asa, rasa enggan, apalagi berpikiran negatif. Sepintas, berkeluh kesah dengan orang-orang seperti itu dapat melegakan hati. Ada semacam rasa pelepasan dari belenggu psikologis. Walau demikian, dalam situasi malas sedang menyerang, mendekati orang-orang yang sedang down sama sekali tidak menolong satu sama lain. Rasa malas dan kebuntuan justru bisa tambah menjadi-jadi. Ini bisa menjerumuskan masing-masing pihak pada pesimisme, keputusasaan, dan kemalasan total.

Jika rasa malas mulai menyerbu kita, maka jangan berlama-lama duduk berdiam diri. Cara paling ampuh menghilangkan kemalasan adalah bangkit berdiri dan menghampiri orang yang sedang tekun dan bersemangat melakukan sesuatu. Dekati mereka yang sedang bekerja keras untuk meraih impian-impiannya. Manusia optimis, termotivasi, punya ambisi, berpikiran positif, dan memiliki tujuan hidup pasti. Umumnya memancarkan aura positif kepada apapun dan siapapun di sekelilingnya. Pancaran optimisme dan semangat itulah yang bisa menginspirasi orang lain, bahkan menularkan semangat yang sama sehingga orang lain jadi ikut tergerak.

Rasa malas jelas merugikan. Obat mujarabnya adalah menumbuhkan kebiasaan mendisiplinkan diri dan menjaga kebiasaan positif tersebut. Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar jika kemalasannya mudah muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan tetap tinggal di alam impian. Jadi, kalau Anda ingin sukses jangan mempermudah munculnya rasa malas.

4. Ganti “Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang”
Apabila Anda dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, anda sebaiknya jangan berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu. Katakan setiap kali anda bekerja: “Saya mulai sekarang”. Cara pandang ini akan menghindarkan anda dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan. Anda membuat sederhana tugas di depan anda dengan bertindak positif. Fokus anda hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama.

5. Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin”
Berpikir bahwa anda harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan anda menjadi malas mengerjakannya. Anda akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut. Satu tips yang bisa anda gunakan adalah mengganti “Saya harus mengerjakannya” dengan “Saya ingin mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa anda tidak harus melakukan pekerjaan yang anda tidak mau. Anda mau mengerjakan tugas karena memang anda ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. Anda selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan anda sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. Intinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa anda melakukan apa saja yang anda tidak mau lakukan.

6. Anda Bukan Manusia Sempurna

Berpikir bahwa Anda harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa Anda dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya anda mungkin akan malas memulainya. Anda harus bisa menerima bahwa anda pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna. Dalam konteks pekerjaan, anda punya kesempatan untuk melakukan perbaikan berulang kali. Anda selalu bisa negosiasi dengan bos anda untuk meminta waktu tambahan dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal yang kecil dan sederhana, kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat anda memandang pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit.

Penyebab Dan Cara Mengatasi Ketombe

Ketombe adalah kondisi kulit kepala yang biasanya ditandai dengan gatal dan pengelupasan pada kulit kepala. Umumnya ketombe dapat dikendalikan. Dalam kasus ringan, ketombe mungkin hanya perlu di keramas dengan pembersih yang lembut. Sedangkan dalam kasus berat, ketombe mungkin perlu shampo berbasis obat.

Ketombe terjadi ketika sel-sel kulit terus-menerus memperbarui diri. Ketika sel-sel kulit pada kulit kepala diperbaharui, yang lama didorong ke permukaan. Pada sebagian orang, pembaharuan kulit terjadi lebih cepat, sehingga lebih banyak kulit mati dan ketombe lebih banyak.

Penyebab ketombe antara lain:

• Kulit kering adalah penyebab paling umum dari ketombe. Serpihan kulit kering biasanya lebih kecil dan kurang berminyak dibandingkan dari penyebab lain ketombe, dan Anda mungkin akan memiliki tanda-tanda kulit kering pada bagian lain dari tubuh, seperti kaki dan tangan.

• Iritasi dan kulit berminyak (seborrheic dermatitis). Dalam kasus ini, ketombe ditandai dengan kulit kepala merah, kulit berminyak ditu¬tupi dengan sisik putih atau kuning.

• Tidak keramas cukup sering sehingga minyak dan sel kulit dari kulit kepala membangun, dan menyebabkan ketombe.

• Kelainan kulit psoriasis menyebabkan akumulasi sel-sel kulit mati yang membentuk sisik tebal dan keperakan. Mungkin sulit membedakan dengan seborrheic dermatitis yang hanya dengan melihat gejala di kulit kepala.

• Eksim bisa juga menyebabkan perkembangan ketombe.

• Kepekaan terhadap produk perawatan rambut tertentu, terutama yang mengandung parafenilen diamina.

• Jamur malassezia kadang-kadang tumbuh di luar kendali, mengiritasi kulit kepala Anda dan menyebabkan sel-sel kulit tumbuh lebih banyak.

• Kondisi lain juga bisa menjadi penyebab, antara lain terlalu banyak minyak pada kulit kepala, perubahan hormon, stres, penyakit gangguan saraf seperti penyakit Parkinson, gangguan sistem kekebalan.

Hampir setiap orang dapat memiliki ketombe, tetapi faktor-faktor tertentu bisa membuat seseorang lebih rentan, yaitu umur, jenis kelamin, rambut dan kulit kepala berminyak, pola makan yang buruk, atau penyakit tertentu.

Ketombe biasanya dimulai di usia dewasa muda dan berlanjut sampai usia pertengahan. Namun bagi sebagian orang, ketombe bisa menjadi masalah seumur hidup. Kemungkinan besar pria memiliki lebih banyak ketombe dibandingkan wanita karena memiliki kelenjar penghasil minyak lebih besar pada kulit kepala mereka. Jika tidak sering mengonsumsi makanan tinggi seng, vitamin B atau beberapa jenis lemak, Anda mungkin lebih cenderung memiliki ketombe. Untuk alasan yang tidak jelas, orang dewasa dengan penyakit saraf, seperti penyakit Parkinson, stres, stroke atau serangan jantung, lebih mungkin untuk mengalami ketombe.

Ketombe yang menyerang bayi disebut cradle cap. Gangguan yang menyebabkan kulit kepala berkerak ini paling sering terjadi pada bayi baru lahir, tetapi bisa terjadi kapan saja selama masa bayi. Meskipun mungkin mengkhawatirkan bagi orangtua, cradle cap tidak berbahaya dan biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah bayi berusia satu tahun.

Jika bayi Anda memiliki ketombe, bersihkan rambut bayi sekali sehari menggunakan shampo khusus untuk bayi. Sebelum membilas, Anda dapat menggosok dengan lembut kulit kepala bayi untuk melepaskan ketombe, Anda bisa menggunakan ujung jari atau sikat berbulu lembut.

Jika ketombe pada bayi sulit dihilangkan, cobalah menggosok kulit kepala bayi dengan beberapa tetes minyak mineral atau petroleum jelly. Biarkan selama beberapa menit sebelum keramas. Jika Anda menggunakan petroleum jelly atau minyak mineral, ingatlah untuk menyampo dan membilas zat ini dengan bersih. Residu berminyak yang tertinggal di rambut bisa menyebabkan penumpukan dan membuat kondisi ketombe lebih buruk.

Apa Yang Bisa Anda Lakukan Untuk Mengatasi Ketombe?

• Makan makanan yang sehat dan seimbang. Pastikan untuk mendapatkan banyak seng, Omega-3 asam lemak, E dan vitamin B, dan menghindari ragi dan gula berlebihan.

• Belajar untuk mengelola stres.

• Membatasi penggunaan produk penata rambut, seperti hairspray, mousse atau gel rambut, kecuali yang sudah diformulasikan dengan minyak pohon teh.

• Cuci rambut secara teratur. Lakukan juga pijat kulit kepala.

• Gunakan shampo yang dirancang untuk mengobati ketombe. Jika ketombe tetap ada meskipun sudah keramas teratur, Anda mungkin perlu sesuatu yang lebih kuat. Cobalah shampo dengan seng. Ada berbagai shampo anti ketombe tersedia di pasaran. Pastikan untuk mengikuti instruksi dengan saksama, dan luangkan sedikit waktu ekstra untuk keramas, karena sebagian besar produk menyarankan Anda membiarkan shampo di kulit kepala selama 5-10 menit.

• Beralihlah ke jenis shampo anti ketombe lain dengan bahan aktif (bahan aktif akan diberi label pada botol) bila yang sudah Anda pakai tampaknya tidak bekerja.

• Gunakan minyak pohon teh yang memiliki kualitas antiseptik yang dapat membantu membunuh jamur dan menjaga kulit kepala lembab. Tambahkan 5-6 tetes ke dalam shampoo, atau belilah shampo yang sudah mengandung minyak pohon teh.

Kapan Saatnya Membutuhkan Bantuan Medis?

Kebanyakan kasus ketombe tidak memerlukan perawatan dokter. Tapi jika Anda masih menggaruk-garuk kepala setelah beberapa minggu percobaan dengan shampo anti ketombe, atau jika kulit kepala menjadi merah atau bengkak, hubungi dokter atau dokter kulit. Anda mungkin mengalami seborrheic dermatitis atau kondisi lain yang menyerupai ketombe. Seringkali dokter dapat mendiagnosa masalah hanya dengan melihat rambut dan kulit kepala.


Hubungi dokter anak jika Anda sudah mencoba perawatan di rumah namun tidak berhasil. Bayi tampak tidak nyaman, atau Anda melihat sisik telah menyebar ke wajah atau bagian tubuh lainnya.